PRODUCT INFO

Penyakit Hepatitis C

  • Sharebar

Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV=Hepatitis C Virus). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya.

15% dari kasus infeksi Hepatitis C adalah akut, artinya secara otomatis tubuh membersihkannya dan tidak ada konsekuensinya. Sayangnya 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun. Dalam waktu tersebut, hati bisa rusak menjadi sirosis (pengerasan hati), stadium akhir penyakit hati dan kanker hati.

Penyebab Hepatitis C

Hepatitic C VirusVirus Hepatitis C

Hepatitis berarti pembengkakan pada hati. Banyak macam dari virus Hepatitis C. Dalam banyak kasus, virus yang masuk ke dalam tubuh, mulai hidup di dalam sel hati, mengganggu aktivitas normal dari sel tersebut, lalu menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C kemudian menginfeksi sel lain yang sehat.

Jika Anda penderita Hepatitis C, sangat penting untuk mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari alkohol. Alkohol akan memperparah kerusakan hati Anda, baik Anda dalam pengobatan ataupun tidak.

Salah satu gejala umum dari Hepatitis C adalah kelelahan kronis. Kelelahan juga bisa sebagai efek samping pengobatan Hepatitis C. Rasa lelah akibat Hepatitis C dapat diatasi dengan istirahat cukup dan menjalankan olah raga yang rutin.

Virus Hepatitis C sangat pandai merubah dirinya dengan cepat. Sekarang ini ada sekurang-kurangnya enam tipe utama dari virus Hepatitis C (yang sering disebut genotipe) dan lebih dari 50 subtipenya.

Hal ini merupakan alasan mengapa tubuh tidak dapat melawan virus dengan efektif dan penelitian belum dapat membuat vaksin melawan virus Hepatitis C. Genotipe tidak menentukan seberapa parah dan seberapa cepat perkembangan penyakit Hepatitis C, akan tetapi genotipe tertentu mungkin tidak merespon sebaik yang lain dalam pengobatan.

Gejala Hepatitis C

Sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya.

Jika gejala-gejala di bawah ini ada yang mungkin samar:

  • Lelah
  • Hilang selera makan
  • Sakit perut
  • Urin menjadi gelap
  • Kulit atau mata menjadi kuning (disebut "jaundice") jarang terjadi

Dalam beberapa kasus, Hepatitis C dapat menyebabkan peningkatan enzim tertentu pada hati, yang dapat dideteksi pada tes darah rutin. Walaupun demikian, beberapa penderita Hepatitis C kronis mengalami kadar enzim hati fluktuasi ataupun normal.

Meskipun demikian, sangat perlu untuk melakukan tes jika Anda pikir Anda memiliki resiko terjangkit Hepatitis C atau jika Anda pernah berhubungan dengan orang atau benda yang terkontaminasi. Satu-satunya jalan untuk mengidentifikasi penyakit ini adalah dengan tes darah.

Penularan Hepatitis C

Penularan Hepatitis C biasanya melalui kontak langsung dengan darah atau produknya dan jarum atau alat tajam lainnya yang terkontaminasi. Dalam kegiatan sehari-hari banyak resiko terinfeksi Hepatitis C seperti berdarah karena terpotong atau mimisan, atau darah menstruasi. Perlengkapan pribadi yang terkena kontak oleh penderita dapat menularkan virus Hepatitis C (seperti sikat gigi, alat cukur atau alat manicure). Resiko terinfeksi Hepatitis C melalui hubungan seksual lebih tinggi pada orang yang mempunyai lebih dari satu pasangan.

Penularan Hepatitis C jarang terjadi dari ibu yang terinfeksi Hepatitis C ke bayi yang baru lahir atau anggota keluarga lainnya. Walaupun demikian, jika sang ibu juga penderita HIV positif, resiko menularkan Hepatitis C sangat lebih memungkinkan. Menyusui tidak menularkan Hepatitis C.

Jika Anda penderita Hepatitis C, Anda tidak dapat menularkan Hepatitis C ke orang lain melalui pelukan, jabat tangan, bersin, batuk, berbagi alat makan dan minum, kontak biasa, atau kontak lainnya yang tidak terpapar oleh darah. Seorang yang terinfeksi Hepatitis C dapat menularkan ke orang lain 2 minggu setelah terinfeksi pada dirinya.

Konsekuensi Penderita Hepatitis C

Salah satu konsekuensi paling berat pada penderita Hepatitis C adalah kanker hati.

Sekitar 15 % pasien yang terinfeksi virus Hepatitis C dapat menghilangkan virustersebut dari tubuhnya secara spontan tanpa menghadapi konskuensinya di kemudian hari. Hal tersebut disebut infeksi akut. Sayangnya, mayoritas penderita penyakit inimenjadi kronis. (suatu penyakit dikatakan kronis bila menetap lebih dari 6 bulan).

Hepatitis C kronis salah satu bentuk penyakit Hepatitis paling berbahaya dan dalamwaktu lama dapat mengalami komplikasi, apalagi bila tidak diobati.

Penderita Hepatitis kronis beresiko menjadi penyakit hati tahap akhir dan kanker hati. Sedikit dari penderita Hepatitis kronis, hatinya menjadi rusak dan perlu dilakukan transplantasi hati. Kenyataannya, penyakit hati terutama Hepatitis C penyebab utamapada transplantasi hati sekarang ini.

Sekitar sepertiga kanker hati disebabkan oleh Hepatitis C. Hepatitis C yang menjadi kanker hati terus meningkat di seluruh dunia karena banyak orang terinfeksi Hepatitis C tiap tahunnya.

Hepatitis C PatientPenderitaan pengidap kanker hati

Walaupun Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, kerusakan hati terus berlanjut dan menjadi parah seiring waktu.

Saat hati menjadi rusak (sebagai contoh, karena Hepatitis C) hati tersebut akan memperbaiki sendiri yang membentuk parut. Bentuk parut ini sering disebut fibrosis. Semakin banyak parut menunjukkan semakin parahnya penyakit. Sehingga, hati bisa menjadi sirosis (penuh dengan parut).

Struktur sel hati mulai pecah, sehingga hati tidak lagi berfungsi normal. Kerusakan hati yang disebabkan Hepatitis C biasanya terjadi secara bertahap selama 20 tahun, tetapi beberapa faktor dapat membuat perkembangan penyakit lebih cepat, seperti alkohol, jenis kelaminnya pria, umur dan infeksi HIV.

Karena infeksi Hepatitis C dapat menyebabkan kerusakan hati tanpa gejala, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin dan bicarakan pilihan pengobatan dengan dokter Anda. Penelitian menunjukkan pasien yang diobati sebelum hatinya rusak secara signifikan memiliki respon yang lebih baik terhadap pengobatan dibandingkan pada pasien yang menunda pengobatannya.

Proses Kerusakan Hati

Hati yang normal halus dan kenyal bila disentuh. Ketika hati terinfeksi suatu penyakit (misalnya Hepatitis C), hati menjadi bengkak. Sel hati mulai mengeluarkan enzim alaninaminotransferase ke darah. Dengan keadaan ini dokter dapat memberitahu Anda apakah hati sudah rusak atau belum. Bila konsentrasi enzim tersebut lebih tinggi dari normal, itu adalah tanda hati mulai rusak. Sewaktu penyakit hati berkembang, perubahan dan kerusakan hati meningkat.

Fibrosis

Setelah membengkak, hati mencoba memperbaiki dengan membentuk bekasluk atau parut kecil. Parut ini disebut "fibrosis", yang membuat hati lebih sulit melakukan fungsinya. Sewaktu kerusakan berjalan, semakin banyak parut terbentuk dan mulai menyatu, dalam tahap selanjutnya disebut "sirosis".

Sirosis

Kerusakan yang berulang, area besar hati yang rusak dapat menjadi permanen dan menjadi koreng. Darah tidak dapat mengalir dengan baik pada jaringan hati yang rusak. Hati mulai menciut dan menjadi keras. Penyakit Hepatitis C kronis biasanya dapat menyebabkan sirosis sama seperti kelebihan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Fungsi hati rusak

Sewaktu sirosis bertambah parah, hati tidak dapat menyaring kotoran, racun, dan obat yang ada dalam darah. Hati tidak lagi dapat memproduksi “clotting factor” untuk menghentikan pendarahan. Cairan tubuh terbentuk pada abdomen dan kaki, pendarahan pada usus sering terjadi, dan biasanya fungsi mental menjadi lambat. Pada titik ini, transplantasi hati adalah pilihan satu-satunya.

Kanker hati

Kadang kala kerusakan sel hati diikuti dengan perubahan gen sel yang mana dapat menjadi kanker. Pasien Hepatitis C kronis memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita "hepatocellular carcinoma", suatu tipe tumor hati.

Pencegahan Kerusakan Hati

Sirosis dapat dihentikan dan kadang kala dapat dicegah. Untuk pasien Hepatitis C kronis, sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada hati dimana sirosi lebih buruk. Selain itu, jika Anda penderita penyakit Hepatitis C hindari alkohol secara total. Juga jangan minum alkohol dengan acetaminophen (merupakan kandungan obat sakit kepala dan flu), karena bila dikonsumsi berbarengan dapat menyebabkan kondisi "hepatitis fulminant", yang dapat menyebabkan fungsi hati rusak total.

Hubungan Hepatitis C dengan Penyakit Lain

Virus Hepatitis C dan HIV

HIV (penyebab AIDS) dan Hepatitis C memiliki beberapa kemiripan dan perbedaan yang penting. Keduanya adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit kronis. Beberapa faktor resiko seperti penggunaan obat injeksi dan transfusi darah sebelum tahun 1992 sering ditemukan kedua virus tersebut. Sekarang ini, hampir sepertiga penderita HIV, terutama yang terinfeksi dari transfusi dan jarum suntik, juga terinfeksi virus Hepatitis C.

Penderita yang terinfeksi virus Hepatitis C dan HIV, Hepatitis C kronisnya lebih cepat dibanding yang HIV-nya negatif.

Diperkirakan sekitar 180 juta penduduk dunia terinfeksi hepatitis C atau sekitar 3 persen dari populasi. Sehingga infeksi Hepatitis C lebih banyak dibandingkan HIV.

Hepatitis C dan virus Hepatitis lainnya

Meskipun semua virus Hepatitis mempengaruhi hati, Hepatitis C berbeda dengan Hepatitis B dan Hepatitis A. Perbedaan besarnya adalah tidak ada vaksin untuk Hepatitis C. Virus Hepatitis B sering kali ditularkan melalui hubungan seksual. Hepatitis A, berbeda dengan Hepatitis B dan C tidak menyebabkan penyakit kronis.

Hepatitis C Hepatitis B Hepatitis A

Number of new cases per year 35,000 200,000 150,000

Number of affected people in U.S. 4,000,000 1,200,000

--Main routes of transmission

  • IV Drug use
  • Transfusions
  • Needlestick Injuries
  • Hemodialysis
  • Tattooing/BodyPiercing with Contaminated Needlesor Ink
  • IV Drug use-Transfusions-Needlestick Injuries-Hemodialysis-Tattooing/BodyPiercing with Contaminated Needles or Ink-Sexual Food and Water Contamination Vaccine No Yes Yes

Hepatitis C dan Hemofilia

Penderita Hemofilia memiliki resiko terinfeksi melalui darah lebih tinggi dibandingkan populasi lainnya karena mereka secara teratur menjalani transfusi darah dan menerima produk darah lainnya.

Pada tahun 1987, prosedur inaktivasi virus mulai diberlakukan di bank darah. Dengan prosedur ini telah dilakukan pemusnahan besar-besaran pada darah yang ada karena adanya virus Hepatitis C. Namun demikian penderita Hemofilia yang menerima produk darah sebelum tahun tersebut memiliki resiko tinggi terinfeksi Hepatitis C.

Faktor Resiko Hepatitis C

Karena Hepatitis C menular dari orang ke orang melalui kontak dengan darah yang terinfeksi virus Hepatitis C, aktivitas yang meningkatkan kontak dengan darah tersebut perlu dipertimbangkan sebagai faktor resiko.

Faktor resiko yang paling umum adalah pengguna obat bius suntik dan darah serta produk transfusi darah sebelum tahun 1992.

Faktor resiko lain seperti tato dan tindik tubuh. Tinta atau jarum tato yang digunakan untuk membuat tato atau menindik dapat menjadi pembawa virus Hepatitis C dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya, jika pelaku tidak melakukan sterilasasi pada perlengkapannya.

Faktor resiko lainnya adalah luka tertusuk jarum, terutama pada pekerja kesehatan, hemodialisis dan transplantasi organ sebelum tahun 1992.

Luka karena jarum suntik, yang seringkali terjadi pada petugas kesehatan, dapat menjadi alat penularan virus Hepatitis C. Probabilitas penularan virus Hepatitis C melalui jarum suntik lebih besar dibanding dengan virus HIV.

Sekarang ini, pada penderita HIV ada protokol standar dalam penanganan jarum suntik untuk mengurangi resiko tertular HIV atau AIDS. Sayangnya, tidak ada protokol yang sama untuk penanganan pada penderita Hepatitis C untuk menghindari penularan melalui jarum suntik.

Pengguna Obat Bius Suntik

Dua pertiga pengguna obat bius suntik mengidap Hepatitis C.

Orang yang menggunakan obat bius suntik, walaupun sekali, memiliki resiko tinggi tertular Hepatitis C. Sekarang ini, resiko terinfeksi virus Hepatitis C melalui obat bius suntik lebih tinggi dibandingkan terinfeksi HIV sekitar 60% hingga 80% yang terinfeksi Hepatitis C sedangkan yang terinfeksi HIV sekitar 30%.

Virus Hepatitis C mudah sekali menyebar melalui berbagi jarum, jarum suntik dan perlengkapan lain pengguna obat bius suntik.

Hubungan Seksual

Meskipun Hepatitis tidak mudah menular melalui hubungan seksual, prilaku seksual yang beresiko, terutama yang memilki pasangan seksual lebih dari satu, menjadi pemicu meningkatnya resiko terinfeksi virus Hepatitis C.

Sekitar 15 % infeksi Hepatitis C ditularkan melalui hubungan seksual. Penularan melalui hubungan seksual pada Hepatitis C tidak setinggi pada Hepatitis B. Walaupun demikian, prilaku seks yang beresiko tinggi berhubungan dengan peningkatan resiko tertular Hepatitis C. Faktor resiko dari penularan Hepatitis C melalui hubungan seksual meliputi:

  • Memiliki lebih dari satu pasangan
  • Pengguna jasa PSK
  • Luka karena seks (kurangnya pelicin pada vagina dapat meningkatkan resiko penularan melalui darah)
  • Melakukan hubungan seksual sewaktu menstruasi.

Pada pasangan yang menikah, resiko penularan meningkat sejalan dengan lamanya perkawinan. Hal ini berkaitan dengan hubungan seksual dan berbagi perlengkapan (seperti sikat gigi, silet cukur, gunting kuku dan sebagainya).

Jika Anda memiliki hubungan seksual dengan orang yang memiliki faktor resiko terinfeksi Hepatitis C, Anda sebaiknya menjalankan tes untuk Hepatitis C juga.

Pencegahan Penyakit Hepatitis C

Kita dapat mencegah penularan Hepatitis C. Cara penyebaran yang paling efesien Hepatitis C adalah melalui suntikan yang terkontaminasi oleh darah, misalnya di saat memakai obat suntik. Jarum suntik dan alat suntik sebelum digunakan harus steril dengan demikian menghentikan penyebaran penyakit Hepatitis C di antara pengguna obat suntik.

Meskipun resiko penularan melalui hubungan seksual kecil, anda seharusnya menjalankan kehidupan seks yang aman. Penderita Hepatitis C yang memiliki lebih dari satu pasangan atau berhubungan dengan orang banyak harus memproteksi diri (misalnya dengan kondom) untuk mencegah penyebaran Hepatitis C.

Jangan pernah berbagi alat seperti jarum, alat cukur, sikat gigi, dan gunting kuku, dimana dapat menjadi tempat potensial penyebaran virus Hepatitis C. Bila melakukan manicure, tato dan tindik tubuh pastikan alat yang dipakai steril dan tempat usahanya resmi.

Orang yang terpapar darah dalam pekerjaannya, seperti pekerja kesehatan, teknisi laboratorium, dokter gigi, dokter bedah, perawat, pekerja ruang emergensi, polisi, pemadam kebakaran, paramedis, tentara atau siapapun yang hidup dengan orang yang terinfeksi, seharusnya sangat berhati-hati agar tidak terpapar darah yang terkontaminasi.

Juga termasuk menggunakan peralatan tajam dan jarum dengan benar, mencuci tangan secara teratur dan menggunakan sarung tangan dalam pekerjaannya. Jika anda pernah mengalami luka karena jarum suntik, anda harus melakukan tes ELISA atau RNA HCV setelah 4-6 bulan terjadinya luka untuk memastikan tidak terinfeksi penyakit Hepatitis C.

Pernah sembuh dari salah satu penyakit Hepatitis tidak mencegah penularan penyakit Hepatitis lainnya. Orang yang menderita penyakit Hepatitis C dan juga menderita penyakit Hepatitis A memilki resiko tinggi terkena penyakit hepatitis fulminant, suatu penyakit hati yang mematikan dan perkembangannya sangat cepat.

Dengan demikian, ahli kesehatan sangat merekomendasikan penderita penyakit Hepatitis C juga melakukan vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B.

Pengobatan Hepatitis C

Apakah Hepatitis dapat diobati?

Dapat, Hepatitis C kronis dapat diobati dengan Pegylated Interferon dan Ribavirin.

Pengobatan Hepatitis C sedini mungkin sangatlah penting. Meskipun tubuh anda telah melakukan perlawanan terhadap infeksi, tetapi hanya 15% yang berhasil, pengobatan tetap diperlukan untuk mencegah Hepatitis C kronis dan membantu mengurangi kemungkinan hati menjadi rusak.

Kadangkala, pengobatan Hepatitis C memerlukan waktu yang lama, dan tidak dapat membantu. Tetapi karena penyakit ini dapat menjadi parah sepanjang waktu, sangatlah penting untuk mencari pengobatan yang tepat dari dokter anda.

Diagnosa dan pengobatan awal sangatlah mendesak dan penting. Persentase yang signifikan dari orang yang melakukannya dapat sembuh dari Hepatitis C dan menunjukan perbaikan hatinya.

Tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati.

Kebanyakan bentuk interferon alfa hanya dapat bertahan satu hari tetapi dapat dimodifikasi melalui proses pegilasi untuk membuatnya bertahan lebih lama. Meskipun interferon alfa dapat digunakan sebagai obat Hepatitis C tunggal termasuk pegylated interferon, penelitian menunjukkan lebih efektif bila dikombinasi dengan anti virus ribavirin.

3 senyawa digunakan dalam pengobatan Hepatitis C adalah:

  • Interferon alfa
    Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis adalah dari inteferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintetisnya.
  • Pegylated interferon alfa
    Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut "polyethylene glycol (PEG)" dengan molekul interferon alfa. Modifikasi interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan lebih efektif dalam membuat respon bertahan terhadap virus dari pasien Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.
  • Ribavirin
    Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfa untuk pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih efektif daripada inteferon alfa sendiri.

Pengobatan ini telah diterima berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan respon melawan virus pada penderita penyakit Hepatitis C kronis.

Penderita dikatakan memiliki respon melawan virus jika jumlah virus Hepatitis C begitu rendah sehingga tidak terdeteksi pada tes standar RNA virus Hepatitis C dan jika level tersebut tetap tidak terdeteksi selama lebih dari 6 bulan setelah pengobatan selesai.

Obat Hepatitis C

Saat ini obat Hepatitis C standar adalah kombinasi Interferon dengan Ribavirin. Kombinasi obat Hepatitis C ini akan memberikan hasil berupa sustained virologic response (respon virus menetap) yang tinggi. Response ini sering disingkat dengan SVR.

Obat Hepatitis C Pegylated interferon alfa dibuat dengan menggabungkan suatu molekul besar yang larut air yang disebut “polyethylene glycol” (PEG) dengan molekul interferon alfa. Penggabungan dengan PEG memperbesar ukuran interferon alfa sehingga dapat bertahan dalam tubuh lebih lama. Hal itu juga dapat memproteksi molekul interferon terpecah oleh enzim tubuh.

Keuntungan lainnya adalah waktu di dalam tubuh obat Hepatitis C ini lebih lama (waktuparuh) sehingga obat Hepatitis C tidak perlu sering-sering dikonsumsi. Interferon alfa standar biasa disuntikkan tiga kali dalam seminggu tetapi pegylated interferon alfa cukup satu kali dalam seminggu.

Selain itu penelitian menunjukkan obat Hepatitis C pegylated interferon alfa lebih efektif dalam memproduksi suatu respon melawan virus pada penderita Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa yang tidak mengalami pegylasi.

Sekarang ini ada dua macam pegylated interferon alfa yang tersedia: peginterferonalfa-2a dan peginterferon alfa-2b. meskipun kedua senyawa ini efektif dalam pengobatan Hepatitis C kronis, ada perbedaan dalam ukurannya, tipe pegylasi, waktuparuh, rute penbersihan dari tubuh dan dosis dari kedua pegylated interferon.

Karena metode pegylasi dan tipe molekul PEG yang digunakan dalam proses dapat mempengaruhi kerja obat dan pembersihannya dalam tubuh.

Perbedaan besar antar dua pegylated interferon adalah dosisnya. Dosis dari pegylated interferon alfa-2a adalah sama untuk semua pasien, tidak mempertimbangkan berat dan ukuran pasien.

Sedangkan dosis pegylated interferon alfa-2b disesuaikan dengan berat tubuh pasien secara individu.

Obat Hepatitis C ini diberikan sesuai dengan berat badan pasien dengan dosis 1.5 μg/kg berat badan. Obat Hepatitis C ini sekarang juga tersedia dalam bentuk pena (Peg Intron Redipen). Bentuk pena dari obat Hepatitis C ini akan memberikan kemudahan pada pasien dalam penyuntikan. Kemudahan ini akan meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan Hepatitis C. Kepatuhan dalam pengobatan Hepatitis C merupakan faktor penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi dari penyakit Hepatitis C.

Cara Pemakaian PEG-Intron Redipen

Dosis dan Sediaan Obat Hepatitis C PEG Intron

Obat Hepatitis C Peg Intron memiliki dosis dan sediaan sebagai berikut:

  • PEG INTRON
    kemasan Vial 50 mcg x 1
  • PEG INTRON
    kemasan Vial 80 mcg x 1
  • PEG INTRON PEN
    kemasan Box berisi 50 μg/0.5 mL PEG-Intron Redipen® dan 1 B-D jarum dan 2 alkohol swab
  • PEG INTRON PEN
    kemasan Box berisi 80 μg/0.5 mL PEG-Intron Redipen® dan 1 B-D jarum dan 2 alkohol swab
  • PEG INTRON PEN
    kemasan Box berisi 100 μg/0.5 mL PEG-Intron Redipen® dan 1 B-D jarum dan 2 alkohol swab

Mendapatkan segala informasi yang Anda butuhkan tentang pengobatan Hepatitis C dapat membantu Anda mengetahui bagaimana obat Hepatitis C itu bekerja dan apa efek samping dan hasil dari pengobatan itu.

Pengobatan Hepatitis C dengan interferon alfa tidak tepat untuk semua pasien penderita Hepatitis C kronis. Pengobatan Hepatitis C ini harus memperhatikan efek sampingnya yang serius pada wanita hamil, riwayat atau adanya kondisi kejiwaan berat, riwayat penyakit jantung, gagal ginjal berat. Penderita harus mendiskusikan keuntungan dan efek samping pengobatan dengan dokternya.

Pertanyaan Seputar Hepatitis C

Q : Apa yang bisa saya lakukan bila saya tidak nafsu makan?

A : Kadang-kadang penyakit Hepatitis C atau pengobatan Hepatitis C dapat membuat Anda kesulitan dalam makan. Hal ini bisa terjadi karena Anda tak punya selera makan, alat perasa Anda telah berubah, atau mual. Dapatkan tips untuk menigkatkan cara makan Anda pada bagian Menghadapi Kesulitan Makan.

Q : Mengapa saya merasa lelah?

A : Salah satu gejala dari penyakit Hepatitis C adalah kelelahan kronis. Hati mempunyai tanggung jawab untuk menyimpan energi untuk kebutuhan tubuh dalam menjalankan fungsinya. Jika hati rusak, energi yang Anda butuhkan untuk melakukan aktivitas setiap harinya mungkin tidak tersedia. Hal itu yang menyebabkan kelelahan. Untuk tips bagaimana menghadapi kelelahan bacalah pada bagian Menghadapi Kelelahan.

Q : Bagaiamana caranya agar saya tidak menulari keluarga saya?

A : Penyakit Hepatitis C menular melalui kontak dengan darah yang terkontaminasi virus Hepatitis C. Untuk menghindari penularan Hepatitis C, Anda harus menghilangkan kemungkinan kontak dengan darah. Jangan berbagi alat yang dapat membawa darah, seperti sikat gigi, gunting kuku, cukuran, gunting dan sebagainya.

Menghadapi Kesulitan Makan

Makan yang baik kadang kala menjadi hal yang sulit Anda lakukan sewaktu mengidap penyakit Hepatitis C. Penyakit ini ataupun pengobatannya yang Anda terima dapat mempengaruhi selera makan Anda. Cobalah beberapa cara yang direkomendasikan yang mungkin dapat membantu Anda untuk menjaga kebiasaan makan yang baik.

Bila Anda tidak ingin makan:

  • Makanlah dalam porsi yang sedikit
  • Sebelum makan berjalanlah untuk menstimulasi selera makan Anda

Bila selera makan Anda lebih baik di pagi hari:

Makanlah dalam porsi banyak, sarapan yang sehat yang memiliki kadar protein tinggi, seperti sereal panas atau hangat.

Kadangkala makanan kesukaan Anda tidak lagi Anda rasakan sama. Hal ini terjadi karena obat yang Anda konsumsi menyebabkan rasa yang tidak enak pada mulut Anda atau penyakit hati Anda menghasilkan zat kimia berbahaya dalam tubuh Anda. Mungkin Anda mendapatkan beberapa makanan yang mengandung protein, khususnya daging merah akan terasa pahit.

Bila rasa makanan tidak lagi sama:

  • Makanlah sumber lain dari protein jika daging merah terasa pahit sumber protein pilihan seperti daging ayam, ikan, kacang-kacangan, keju, yogurt, ikan tuna, telur dan selai kacang.
  • Cobalah makan pada ruangan dengan temperatur dingin atau makanan yang telah dingin jika rasa makanan tidak enak.

Bila bau makanan mengganggu Anda:

  • Nyalakan kipas angin sewaktu memasak.
  • Sajikan makanan yang sudah dingin atau pada ruangan yang dingin.
  • Masaklah di luar rumah atau di microwave.
  • Gunakan kipas angin kecil untuk meniup bau dari makanan Anda

Bila anda mual:

  • Makanlah makanan dengan porsi kecil setiap 2 hingga 3 jam sekali daripada makan sekaligus dengan 3 porsi tersebut, dan makanlah secara perlahan-lahan.
  • Minumlah minuman yang tidak mengandung citrus (seperti jus apple atau anggur, mimuman olah raga), dan minumlah perlahan-lahan.
  • Jika mual pada pagi hari, makanlah cracker begitu bangun pagi, dan bangunlah dari tempat tidur perlahan-lahan.
  • Hindari makanan dengan bau yang kuat dan makanan yang pedas, berminyak,atau terlalu garing.
  • Temui dokter Anda jika mual terus terjadi.

Jika Anda mudah kenyang:

  • Makanlah porsi yang sedikit pada waktu makan dan minumlah sesudah makan.
  • Mengemilah dengan aneka makan sepanjang hari.
  • Pilihlah makanan yang mengandung protein dan kalori tinggi.

Menghadapi Kelelahan

Lelah adalah gejala pada orang yang menderita penyakit hati, termasuk Hepatitis C. Mungkin Anda merasakan kelelahan adalah salah satu gejala dari penyakit yang sangat mengganggu. Cari tahu kombinasi yang tepat dari istirahat dan olahraga dalam menghadapi rasa lelah.

Membuat beberapa keputusan pada aktivitas di tempat kerja dan rumah dapat membantu Anda untuk menyimpan energi. Jika pekerjaan Anda sangatlah penting, pertimbangkan bagaimana mengurangi beban kerja Anda. Di rumah Anda dapat meminta anggota keluarga lainnya untuk membagi atau mengambil beberapa pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda.

Tetap aktif

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kebosanan adalah berolah raga. Meskipun hal itu sangatlah sulit untuk memulainya ketika Anda lelah, olah raga dapat segera meningkatkan level energi Anda.

Aktivitas fisik dapat menguntungkan bagi siapa saja yang menjalankannya, begitu juga penderita Hepatitis yang menjalankannya. Hal ini sangatlah penting, sebagai bagian untuk menghadapi kelelahan akibat penyakit kronis.

Cobalah olah raga secara teratur, meskipun Anda enggan melakukannya. Selain meningkatkan energi level Anda, olah raga juga dapat mengontrol berat badan Anda, dimana sangat penting bila Anda menderita Hepatitis. Pilih tipe dan level olah raga sesuai dengan Anda sewaktu Anda masih fit sebelum sakit dan berapa banyak aktivitas yang masih dapat Anda toleransi. Jika dulunya Anda bermain tenis lapangan, Anda dapat juga melakukannya lagi, jika Anda pikir menyukainya. Tetapi jika ternyata tenis lapangan menjadi begitu sulit buat Anda, cobalah olah raga dengan bentuk lainnya yang lebih ringan.

Konsultasikan ke dokter Anda sebelum melakukan olah raga apapun. Konsultasikan ke ahli kesehatan bila olah raga menyebabkan sakit, denyut jantung tidak teratur, kelelahan yang berlebihan, nyeri, sesak nafas, atau pusing.

Walaupun bila Anda sebelumnya tidak pernah olah raga, Anda dapat memulainya sekarang. Ingatlah untuk menjalankannya secara perlahan-lahan.

Olah raga pilihan yang baik diantaranya:

  • Berjalan
  • Berenang
  • Bersepeda
  • Yoga atai Tai Chi
  • Aerobik ringan di kelas atau dengan video.

Berjalan adalah pilihan terbaik. Anda dapat melakukannya dimanapun, dan berjalan adalah aktivitas yang baik untuk dilakukan bersama teman atau anggota keluarga lainnya. Sejalan waktu tingkatkan denyut jantung dan jarak tempuh Anda. Perlengkapan khusus yang Anda butuhkan hanyalah sepasang sepatu jalan. Jika Anda melakukan olah raga jalan di luar rumah, gunakan sunscreen, gunakan pakaian yang berwarna cerah di hari yang panas dan sweater di hari yang dingin.

Keuntungan berolah raga:

  • Mengurangi kelelahan
  • Memudahkan untuk tidur dan tidur lelap.
  • Tidak mudah sakit
  • Meningkatkan kekuatan otot untuk menjalankan aktivitas harian.
  • Menghilangkan stress.
  • Mengurangi depresi dan rasa cemas.
  • Meningkatkan rasa percaya diri.

Yang diperhatikan sewaktu berolah raga:

  • lakukan pemanasan 5 hingga 10 menit dengan aktivitas aerobik ringan (berjalan, memutar lengan Anda, lari di tempat)
  • minumlah sedikitnya satu gelas air setiap 15 menit sepanjang waktu olah raga, dan pastikan cukup minum sebelum dan sesudah berolah raga
  • setelah selesai, lakukan pendinginan sekurang-kurangnya 3 menit untuk mengembalikan denyut jantung menjadi normal.

Cukup istirahat

Istirahat yang cukup dan tidak berlebihan adalah cara lain untuk menghadapi kelelahan. Cara terbaik untuk mendapatkannya adalah menjaga waktu tidur Anda sehingga Anda dapat tidur secara penuh di malam hari. Anda mungkin dapat melakukan tidur siang singkat (30 hingga 45 menit) di antara kegiatan Anda atau di akhir kegiatan untuk menghindari kelelahan.

ShareThis
Your rating: None Average: 4 (1 vote)

Recommendations

Samsung LabGeo PT10

Testpack hCG Urine

Featured Products

Find Us On...

Find PT Emmedia Medika - INDONESIA on Facebook