PRODUCT INFO

CardioDetect® - Deteksi AMI < 1 Jam

  • Sharebar

cardiodetect kitAcute Myocardial Infarction (AMI) merupakan penyebab tersering kematian mendadak. Serial pengukuran penanda biokimia saat ini secara universal diterima sebagai penentu penting dalam diagnosa AMI, meskipun demikian diagnosa dini AMI masih merupakan problematik. Oleh karena itu, metode yang cepat untuk diagnosis dini AMI adalah sangat penting 1.

Kemajuan terapi AMI, yaitu fibrinolitik dan angioplasty, memerlukan diagnosis dini, cepat, dan spesifik. Fibrinolisis yang dilakukan pada jam pertama setelah onset nyeri mengurangi mortalitas sebesar 90%, dan sebaliknya, terapi fibrinolitik pada angina pectoris tak stabil (APTS), meningkatkan terjadinya infark dan kematian, sehingga menyingkirkan diagnosis AMI memungkinkan penatalaksanaan APTS secara tepat, yaitu pemberian antitrombin dan antiagregasi trombosit. Penanda biokimia seperti myoglobin, creatinekinase-MB isoenzyme (CK-MB), dan troponin I (cTnI) atau troponinT (cTnT) jantung saat ini digunakan dalam diagnosa AMI 2. Meskipun demikian, penanda protein jantung tersebut tidak memuaskan untuk mendeteksi AMI pada tahap awal, terutama dalam waktu 3-6 jam sejak timbulnya AMI 3.

Heart-type fatty acid-binding protein (h-FABP) adalah molekuler bermassa kecil, protein larut (15 kDa), yang berlimpah di sitoplasma dari sel otot jantung. h-FABP merupakan penanda biologis yang secara cepat dan spesifik dilepaskan ke dalam sirkulasi darah setelah kerusakan otot jantung 4. Data terakhir menunjukkan bahwa konsentrasi h-FABP meningkat secara baik sebelum penanda cardiac necrosis lainnya dan itu merupakan indikator sensitifis kimia pada AMI. Plasma h-FABP meningkat dalam waktu 3 jam pada AMI dan kembali ke nilai referensi setelah 12-24 jam 5. Dalam individu yang sehat acuan nilai h-FABP relatif rendah (2-5 ng/ml). Segera setelah terjadi onset iskemia miokard, h-FABP dilepaskan ke dalam aliran darah. Dalam waktu 24 jam protein itu dicuci oleh bersihan ginjal. Selanjutnya, h-FABP telah dibuktikan menjadi faktor independen untuk prognosis dini pada pasien yang datang dengan kondisi serius di bagian gawat darurat 6.

CardioDetect® produksi rennesens GmbH - Germany merupakan penanda paling dini suatu AMI dengan mendeteksi protein h-FABP dalam darah, serum atau plasma sejak timbulnya AMI.

h-FABP dan Troponin I merupakan kombinasi ideal deteksi AMI

cardiodetect curve

CardioDetect® Combi - Hanya yang terbaik dua penanda dalam satu tes - di saat yang tepat dengan sensitivitas yang tinggi. Tes pertama yang dapat membuktikan kejadian AMI untuk periode lengkap relevan. Tes mengambil manfaat dari kombinasi penandah-FABP (heart type Fatty Acid Binding Protein) dan Trop I jantung(cTnI).

Referensi

  1. Chan CPY, Cheng WS, Glats JFC. Early diagnosis of acute myocardial infarction using immuno-sensors and immunotests. Anal Lett 2003; 36:1987-2004.
  2. Apple FS, Murakami M, Panteghini M, Christenson RH, Dati F, Mair J et al. On behalfof the IFCC Committee on Standardization of Markers of Cardiac Damage. International survey on the use of cardiac markers. Clin Chem 2001; 47:587-8.
  3. Watanabe T, Ohkubo Y, Matsuoka H, Kimura H, Sakai Y, Ohkaru Y et al. Development of simple whole blood panel test for detection of human heart-type fatty acid-binding protein. Clin Biochem 2001; 3:257-63.
  4. Bertinchant JP, Polge A. Diagnostic and prognostic value of heart type fatty acid-binding protein (H-FABP), an early biochemical marker of myocardial injury. Arch Mal Coeur Vaiss 2005; 98:1225-3.
  5. Azzazy HM, Pelsers MM, Christenson RH. Unbound free fatty acids and heart-type fatty acid- binding protein; diagnostic assays and clinical applications. Clin Chem 2006; 52:19-29.
  6. Iida K, Nagao K, Uchiyama T, Kushiro T. Relationship between heart-type fatty acid binding protein levels and the risk of death in patients with serious condition on arrival at the emergency department. Intern Med 2005; 44:1039-45.
ShareThis

Recommendations